Sabtu, 16 Mei 2015

Dua Pundak Penaggung Beban

Dua Pundak Penaggung Beban


Ketika tiada sahabat untuk membagi uneg -uneg dalam hati
Bertambah berat saja beban di pundakku
Air mata yang tertahan malu
Menjadikan kata menyerah adalah pilihan paling besar

Kutengok belakang nampak wajah adik-adkku
Wajah dengan keingin tahuan
Belajar dengan penuh semangat
Menjadikan tangan ini bergetar
Tamparan malu menilas jelas pada pipiku

Apakah sudah waktu mencari sosok sandaran hidup
Entahlah 
Semoga jalan Mu terlihat jelas di setiap langkahku


salam kalem: EnZ_10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar